Produksi Kawat Duri, Kawat Silet, Kawat Beronjong, Kawat Harmonika, Kawat Harmonika PVC, Kawat Harmonika Galvanis, Kawat Loket, Kawat Bendrat, Kawat BWG, Kawat BWG Galvanis, Kawat BWG PVC, Tiang Listrik, Tiang High Mast, tiang PJU, Tiang Tower Murah Harga Pabrik Kualitas Terbaik. Buktikan!! Pesan Sekarang dan dapatkan penawaran terbaik dari kami.

Senin, 14 Januari 2019

Produk Baru Tiang Listrik Monopole ( Tiang Tower ) Pabrik Jakarta


Produk Baru Tiang Listrik Monopole ( Tiang Tower ) Pabrik Jakarta

Tiang Monopole adalah nama dari jenis tower yang berupa tiang tunggal atau tiang yang hanya memiliki satu kaki saja dengan menggunakan profil pipa besi. Penempatan monopole biasanya langsung di atas tanah atau juga disebut Greenfield.


Monopole biasanya memiliki ketinggian kurang dari 30 m. Monopole terbuat dari Besi Pipa, berbentuk garis lurus (seperti sebagaimana tiang biasanya). Monopole biasanya digunakan dengan ketinggian yang relatif pendek.



Fungsi dari tower telekomunikasi adalah untuk menempatkan antenna pemancar sinyal (jaringan akses) untuk memberikan layanan kepada pelanggan di sekitar tower tersebut. Selain itu, penggunaan tower telekomunikasi juga berfungsi untuk menempatkan antenna pemancar sinyal transmisi (jaringan transport dengan menggunakan teknologi microwave) untuk menghubungkan pelanggan di daerah tersebut dengan sentral (BSC).




Jadi, bagian yang terpenting mengapa diperlukan pembangunan tower adalah untuk penempatan antenna-antenna tersebut, dimana dibutuhkan ketinggian tertentu untuk memenuhi syarat memancarkan dan menerima sinyal. Karena fungsi utama tower telekomunikasi adalah untuk menempatkan antenna sesuai dengan ketinggian yang disyaratkan, maka terdapat beberapa jenis tower, yang mana beberapa jenis tower tersebut antara lain adalah :

1 Lattice Tower

Lattice tower atau sering disebut SST (self support tower) adalah tower konvensional yang berupa menara rangka yang dirancang dengan konsep rangka kokoh, kuat terhadap tekanan angin dan keadaan geografis dari area di mana tower tersebut didirikan.

Tower ini memiliki tipe 4 kaki (rectangular) dan 3 kaki (triangle) dengan menggunakan profil baja siku atau pipa. Lattice tower memiliki ketinggian yang sudah ditentukan berkisar antara 30 m sampai dengan 120 m. Misal SST 42 m adalah lattice tower yang memiliki ketinggian 42 m. Tower ini berdiri langsung di atas tanah (Greenfield).

2. Mini Tower

Mini tower (MT) merupakan jenis tower yang sama dengan lattice tower, yaitu jenis tower yang memiliki tipe 4 kaki (rectangular) dan 3 kaki (triangle) dengan menggunakan profil baja siku atau pipa. Hanya saja mini tower memiliki ketinggian yang lebih rendah daripada lattice tower, yaitu berkisar antara 15 m sampai dengan 30 m, dan penempatan biasanya berada di atas gedung (rooftop) .

3. Monopole

Monopole adalah jenis tower yang berupa tiang pancang tunggal atau memiliki satu kaki saja dengan menggunakan profil pipa. Penempatan monopole biasanya langsung di atas tanah (Greenfield) . Monopole biasanya memiliki ketinggian kurang dari 30 m.

4. Roof Top

Tidak jauh berbeda dengan monopole, rooftop pole merupakan jenis tower berupa tiang pancang tunggal atau memiliki satu kaki saja dengan menggunakan profil pipa yang berdiameter lebih kecil dari profil pipa yang digunakan untuk monopole.

Jenis tower ini ditempatkan di atas gedung (rooftop) . Jenis tower ini hanya disebut sebagai antenna bukan menara. Ketinggian rooftop pole berkisar antara 3m sampai 15 m.

5. Guyed Mast

Guy Mast atau Guyed Mast adalah jenis tower yang berupa tiang pancang tunggal yang dikaitkan dengan tali-tali baja yang membentang dari tower sampai tanah dengan jarak ± 0.5 m dari tower dan sudut ± 600.

Jenis tower ini memiliki ketinggian antara 50 m sampai dengan 70 m. Penggunaan guyed mast sebagai tower telekomunikasi masih jarang di Indonesia. Biasanya tower jenis ini dipakai untuk pemancar radio.

6. Tower Camouflage

Jenis tower ini tidak jauh berbeda dengan jenis tower telekomunikasi yang lain, namun tower camouflage menggunakan material-material tertentu untuk menyamarkan perangkat dan bentuk tower itu sendiri, agar bernuansa estetika dan lebih ramah lingkungan.

Tower tersebut secara kasat mata tidak lagi terlihat seperti antenna dan menara, karena penempatannya cenderung disesuaikan dengan design atau dikamuflasekan dengan tempat dimana tower tersebut didirikan. Biasanya pembangunan tower ini dikarenakan terbentur dengan peraturan-peraturan setempat yang sudah tidak membolehkan untuk didirikannya tower lagi.

Selain menggunakan tower telekomunikasi sebagai sarana untuk menempatkan antenna pemancar sinyal, antenna tersebut dapat pula di tempatkan pada tempat-tempat sebagai berikut :

• Gedung bertingkat
• Menara masjid
• Menara gereja
• Tiang listrik
• Billboard
• Menara PLN
• Lampu penerangan jalan
• Tiang bendera, dan lain-lain.



JUAL KAWAT SILET GALVANIS ANTI KARAT BERBAGAI TYPE





INFO HARGA & PEMESANAN

ARIEL

HP/WA : 0812-8238-0079

Email : rellygivro@gmail.com

Kami juga Memproduksi & Melayani pengiriman Kawat Harmonika, Kawat Silet, Kawat Bronjong, Kawat BWG, Kawat Silet, Kawat Duri, Kawat Bendrat, Kawat Stainless, Kawat Loket, Kawat Loket PVC, Kawat loket Stainless, Kawat Loket Galvanis, Besi Wiremesh dan Produk lainnya ke berbagai macam daerah Seluruh Nusantara, diantaranya :


Jakarta
Tambora, Tamansari, Sawah Besar, Tanjung Priuk, Grogol Petamburan, Kemayoran, Kelapa Gading , Gambir, Cempaka Putih, Kebun Jeruk, Johar Baru, Pulo Gadung, Tanah Abang, Pasar Senen, Matraman, Setia Budi, Tebet, Jatinegara, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Duren Sawit, Pncoran, Kramat Jati, Halim Perdana Kusuma, Pondok Indah, Kuningan, Condet, Kalibata, Dewi Sartika, Kasablanka, Margonda, Cimanggis, Cileungsi, MT Haryono, Pramuka, Panjaringan, Gunung Sahari, Mangga Dua, Bandengan.


Bogor
Babakan Madang, Bajonggede, Caringin, Cariu, Ciampea, Ciawi, Cibinong, Cibung Bulang, Cigombong, Cigudeg, Cijeruk, Cileungsi, Ciomas, Cisarua, Ciseeng, Citereup, Dramaga, Gunung Putri, Gunung Sindur, Jasinga, Jonggol, Kemang, Klapa Nunggal, Leuwiliang, Leuwisadeng, Megamendung, Nanggung, Pamijakan, Parung, Parung Panjang, Ranca Bungur, Rumpin, Sukajaya, Sukamakmur, Sukaraja, Tajurhalang, Tamansari, Tanjungsari, Tenjo, Tenjolaya.


Tangerang
Pamulang, Balaraja, Jambe, Kronjo, Panongan, Solear, Cikupa, Jayanti, Legok, Pasar Kemis, Sukadiri, Cisauk, Kelapa Dua, Mauk, Rajeg, Sukamulya, Cisoka, Kemiri, Mekarbaru, Sepatan, Teluknaga, Curug, Kosambi, Pagedangan, Sepatu Timur, Tigaraksa, Gunungkaler, Kresek, Pakuhaji, Sindang Jaya.


Bekasi
Harapan Baru, Jaka Sampurna, Muara Gembong, Babelan, Sukawangi, Cabang Bungin, Suka Karya, Tambelang, Tambun Utara, Sukatani, Pebayuran, Cibitung, Tambun Selatan, Karang Bahagia, Kedung Waring, Cikarang Utara, Cikarang Barat, Cikarang Timur, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Setu, Serang Baru. Cibaru Sah.


Karawang
Pakisjaya, Tirtajaya, Cibuaya, Batujaya, Jayakerta, Pedes, Cilebar, Rengasdengklok, Kutawaluya, Tempuran, Rawamerta,Clamaya Wetan, Lemahabang, Majalaya, Talagasari, Bayusari, Klari, Tirtamulya, Jatisari, Purwasari, Kota Baru, Cikampek, Pangkalan, Ciampel, Karawang Barat, Karawang Timur, Teluk jambe Barat, Teluk jambe Timur, Tegalwaru.


Cirebon
Arjawinangun, Ciwaringin, Gempol, Kapetakan, Lemahabang, Palimanan, Plumbon, Susukan Lebak, Astanajapura, Greged, Karangsembung, Losari, Pangenan, Sedong, Talun, Babakan, Dakupuntang, Gunung Jati, Karangwareng, Mundu, Pangurangan, Sumber, Tengah Tani, Beber, Gebang, Jamblang, Kedawung, Pabedilan, Pasaleman, Suranenggala, Waled, Ciledug, Gegesik, Kaliwedi, Klangenan, Pabuaran, Plered, Susukan, Weru.


Surabaya
Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakar Santri, Mulyorejo, Pabean Cantikan, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, TenggilisMejoyo, Wiyung, Wonocolo, Wonokromo. Dan kota-kota lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

wa